Perbedaan Smartphone Garansi Resmi Dengan Garansi Distributor

Perbedaan garansi resmi dengan garansi distributor mungkin ada teman-teman yang belum tahu tentang apa perbedaan dari kedua garansi tersebut, khususnya untuk garansi  smartphone sesuai dengan judul yang saya buat,

Atau juga dari kalian ada yang pernah membeli sebuah smartphone baru namun bergaransi distributor dengan harga yang relatif jauh lebih murah dari harga pasaran atau harga resminya,


nah seperti yang beberapa hari lalu saya lihat dan dengar saat sedang main mengunjungi teman yang kebetulan bekerja di sebuah service center resmi yang memang dikhususkan sebagai tempat perbaikan berbagai macam merek smartphone,

saat itu ada seorang konsumen datang dan menganteri dengan tujuan memperbaiki smartphonenya yang rusak, dan merek smartphone yang ingin diklaim memang terpampang jelas diservice center tersebut bahwa benar si konsumen datang ketempat yang tepat,

tetapi setelah beberapa menit menunggu giliran si konsumen tersebut maju untuk menyampaikan maksud dan tujuannya datang tentu berkeluh kesah tentang kendala yang dialami smartphonenya,

Sambil memberikan smartphonenya ke costumer service beliau pun turut mengeluarkan dus box untuk mengambil kartu garansi beserta nota pembelian yang baru beberapa bulan digunakan,

tidak lama setelah menerima kartu garansi dan nota costumer service yang melayani langsung memberi tahukan bahwa smartphone yang beliau miliki bukanlah garansi resmi melainkan garansi distributor dan pihak service center tidak bisa menerima pengajuan klaim garansi smartphone milik si konsumen,

saat itu pula si konsumen merasa bingung, sedikit komplain masa sih dia membeli barang yang tidak resmi, pihak costumer service pun memberikan penjelasan dengan detail lalu menyarankan konsumen untuk mengklaim garansi tidak resmi tersebut ke alamat sesuai dengan yang ada dikartu garansi atau bisa juga kembali ke konter tempat dimana beliau membeli smartphone tersebut,

dari sedikit cerita diatas sebenarnya sebagai konsumen kita harus lebih jeli dan cerdas dalam membeli sebuah produk apa lagi jika barang yang dibeli sudah termasuk barang yang mahal khususnya smartphone, sayang sekali bila terjadi hal yang seperti dialami konsumen diatas,

Nah sekarang saya coba sedikit memberikan contoh apa itu garansi resmi ?

misalnya vendor A ingin menjual atau memasarkan produk smartphonenya di indonesia dengan type C1 dan C2 , lalu Vendor A mempercayai dan menunjuk beberapa atau satu distributor resmi untuk memasarkan produknya, Vendor A menunjuk distributor 1 untuk memasarkan Type C1 dan Distributor 2 type C2,

jadi pihak retail resmi atau toko smartphone (konter) dapat membeli barang-barang tersebut ke distributor 1 dan 2 tergantung type mana yang diinginkan untuk dijual kembali,

bila disaat pihak retail atau toko-toko ingin menjualnya kekonsumen namun terjadi cacat bawaan pabrik pihak retail atau toko tersebut bisa mengklaim ganti baru kepihak distributor 1 atau 2 tergantung type,

namun jika kedua type smartphone tersebut mengalami kerusakan saat digunakan oleh konsumen dan ingin mengklaim garansinya tentu konsumen diharuskan klaim ke service center resmi milik Vendor A yang telah tersedia secara nasional di indonesia,

kecuali bila Vendor A belum memiliki service center secara nasional atau pun memang belum membangun service center, konsumen dapat mengklaim ke service center milik distributor 1 atau 2 tergantung typenya,

dalam sebuah garansi resmi dan distributor resmi meskipun Vendor A belum memiliki service center secara nasional tentunya sebagai produk resmi Vendor A pastilah bekerja sama dengan distributor resmi terpercaya yang telah memiliki jaringan service center luas secara nasional agar saat terjadi keluhan pada type tertentu konsumen dapat mudah mencari service center resmi terdekat dikotanya masing-masing.

Baca Juga : Tips Jitu Sebelum Membeli Smartphone Baru

Bagaimana jika Garansi tersebut tidak resmi atau biasa kita dengar sebagai garansi distributor ?

Dalam hal tentang garansi tidak resmi ini biasanya sebuah distributor tidak resmi akan mendatangkan dan membeli barang langsung dari luar negeri, mungkin saja agar tidak terkena pajak, mungkin juga dari hasil selundupan pasar gelap atau biasa disebut sebagai barang BM,

entah dari mana datangnya barang tersebut biasanya itu adalah barang yang seharusnya tidak masuk atau memang bukan waktunya masuk ke pasar indonesia,

contohnya sebuah distributor non resmi mendatangkan barang BM Type B1, B2, B3 milik Vendor A yang seharusnya tidak dipasarkan di indonesia namun mendistribusikannya ke distributor 3, 4, 5 dan 6, ke empat distributor non resmi tersebut memasarkan type-type smarphone tersebut kekonter-konter yang ada di indonesia untuk dijual kembali kekonsumen,

Bahkan type yang ada barang resminya sekalipun ada barang BM nya, meskipun type yang bisa dibilang sama namun kebanyakan dengan spesifikasi yang berbeda-beda, dan distributor tersebut telah menempelkan sticker mereka serta memberikan kartu garansi didalam dus box smartphone tersebut sesuai dengan nama distributor yang memasarkan,

untuk mengklaim garansi distributor non resmi sobat harus pergi ke alamat sesuai yang terdapat pada kartu garansi atau langsung klaim ke konter dimana sobat membelinya,

barang BM ini bukanlah berarti barang palsu, replika atau tiruan, ini adalah barang asli namun tidak memiliki jaminan garansi resmi, dalam hal komponennya pun bukan berarti tidak asli,

biasanya barang BM tersebut selalu dibandrol dengan harga lebih murah dari harga resminya sehingga banyak konsumen yang langsung tergiur saat ditawarkan dikonter-konter,

kenapa lebih murah ? Mungkin saja karena tidak adanya pajak, dan tidak adanya kerjasama secara resmi dalam hal service center karena datang secara ilegal, jadi kerugian yang terjadi disaat sobat membeli barang tidak resmi adalah pasti kesulitan menemukan service centernya,

apalagi kini para vendor-vendor merek smartphone yang ingin memasarkan produknya di wajibkan mengikuti aturan TKDN tentang perakitannya di indonesia,

kenapa garansi resmi lebih mahal dari barang garansi non resmi karena barang resmi diharuskan membayar pajak, kerja sama dengan jaringan service center resmi, distributor resmi secara nasional dan ketentuan lainnya,

Baca Juga : Tips Membeli dan Memilih PowerBank

Itulah sedikit ulasan informasi tentang perbedaan antara smartphone garansi resmi dengan garansi non resmi, semoga sobat lebih cerdas lagi dalam hal membeli sebuah produk terutama smartphone yang diinginkan, semoga bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Perbedaan Smartphone Garansi Resmi Dengan Garansi Distributor"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda sesuai topik, Thanks for visiting and the comment.